Penyebab Hasil Sablon Rontok

Example blog post alt

 

Bagi para sabloner tentu sudah sering menemukan kendala dalam proses sablon khususnya sablon kaos salah satunya adalah ketika kita mendapatkan hasil sablon yang kurang memuaskan bahkan gagal total, entah itu sablonan tembus ke bagian dalam kaos, tinta sablon yang meluber atau mbleber, tinta mampet di screen, afdrukan jebol sehingga harus memulai dari awal lagi, bahkan hasil sablon luntur atau rontok pada saat test pencucian.

 

Lalu bagaimana kita mengantisipasi hal tersebut agar tidak terulang lagi? Jawabannya kembali ke "JAM TERBANG". Yak betul sekali!! dalam dunia sablon manual tidak ada istilah ahli atau master, semua kembali kepada proses atau jam terbang. semakin sering kita melalui proses belajar itulah maka kita akan semakin mengenal karakter dari semua masalah tersebut.

 

Lalu apa saja hal-hal yang sering menyebabkan kerontokan pada hasil sablon? banyak faktor penyebabnya. beberapa hal dapat menyebabkan sablonan luntur atau rontok:

 

1. Terlalu banyak campuran pigment atau pewarna pada tinta (rubber, super white, dll.)

 

Tidak ada takaran yang pasti dalam pencampuran pigment atau pewarna pada tinta atau pasta, namun usahakan prosentase pigment maksimal 10% dari jumlah tinta / pasta yang kita gunakan. karena pigment yang terlalu banyak/ berlebihan dapat melemahkan ikatan senyawa pigment tersebut terhadap tinta yang kita gunakan, sehingga akan terjadi kerontokan atau kelunturan warna akibat ikatan yang tidak sempurna.


Memang kadangkala kita sulit menemukan warna yang diinginkan, namun sebenarnya warna akan keluar ketika sudah diaplikasikan pada bahan yang akan disablon, atau mungkin warna baru akan keluar setelah melalui finishing hot press. Maka kita harus sering melakukan simulasi pada
tahap pencampuran warna ini. contoh: ketika mencari warna merah cabe seringkali kita merasa sudah mencampurkan banyak pigment namun warna merah yang dihasilkan masih terlalu muda karena bercampur dengan rubber yang warnanya putih. oleh karena itu sebaiknya kita selalu melakukan simulasi pada bahan/media yang akan disablon agar mendapatkan hasil yang mendekati akurat dan jangan lupa konsultasikan kepada SPS tempat anda berbelanja bahan sablon


2. Tinta tidak senyawa


Hal ini sering terjadi ketika kita bereksperimen untuk menggunakan beberapa jenis tinta berbeda pada sebuah proses sablon. Nah penumpukan tinta yang tidak senyawa inilah yang dapat menyebabkan hasil sablon rontok karena ikatan yang tidak sempurna pada tinta sablon yang kita gunakan.


3. Finishing


Proses finishing ini adalah hal yang sangat penting dalam proses sablon, sehingga kita harus benar2 melakukan proses ini dengan baik. Dalam hal ini adalah proses pemanasan.


Proses pemanasan ini dapat dilakukan dengan menggunakan Hot Press atau setrika. Idealnya tinta sablon akan mencapai keadaan matang pada suhu minimal 120*. untuk tinta rubber biasanya finishing dengan hot press pada suhu sekitar 120* dengan waktu sekitar 30 detik. atau 160*-180* untuk tinta plastisol.


Demikian beberapa hal yang dapat menyebabkan hasil sablon rontok atau kurang maksimal. Semoga bermanfaat.

 



 




 

 

» Terimakasih telah membaca: «

Semoga artikel bisa menambah wawasan kita

jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)