Apakah Bahan Sablon Yang

Example blog post alt

Banyak para printer sablon kaos, terutama sablon manual, agak alergi dengan bahan sablon,  yang lebih mahal dibanding dengan bahan yang sering mereka pakai. Contohnya tinta, harga tinta yang biasa mereka pakai misalnya berkisaran diharga Rp. 45.000/kg, sedangkan yg mahal bisa dua kali lipatnya. Sekilas tentu kita menilai buat apa beli yang mahal kalau ada yang murah. Pertanyaan tersebut ada benarnya, tetapi sebelum kita menjawab pertayaan tersebut ada beberapa aspek yang harus kita kaji terlebih dahulu;


1.Aspek kualitas tinta; berbicara tentang ketahanan, kontras warna dan daya perlakuan.
Biasanya konsumen atau yang memakai kaos hasil produksi sablon kita, akan sangat mengkhawatirkan ketahanan dari sablon yang dibuat, apakah tidak luntur, mudah pecah atau keropos dll. Sedangkan kontras warna lebih kepada kesempurnaan mendekati warna yang diharapkan. Lalu daya perlakuan, menunjukkan karakter hasil sablonan yang tahan distrika langsung atau tidak terlalu mudah rusak apabila salah perlakuan.


2.Aspek berikutnya adalah Efisiensi, berbicara mengenai kemudahan pengaplikasian dan waktu produksi. Aspek ini lebih menekankan pada pihak produsen sebagai pihak yang memproduksi sablon. Kemudahan aplikasi lebih menitikberatkan pada kelancaran printer untuk menggunakan tinta tanpa ada kendala yang kerap mengganggu, misalnya mudah kering, menggelembung dan sangat sulit menemukan komposisi warna yang tepat untuk diaplikasikan. Karena apabila kendala tersebut kerap terjadi, maka proses produksi akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyelesaiakan projeknya.


Apakah anda sudah melakukan riset kecil tentang aspek-aspek tersebut di atas? Coba bandingkan bahan yang biasa anda pakai dengan bahan yang menurut anda harganya jauh lebih mahal. Apakah memiliki perbedaan yang signfikan atau tidak? Apakah memperlancar waktu produksi anda atau tidak, apakah mengurangi kendala-kendala teknis anda selama proses produksi atau tidak. Harga yang lebih mahal dalam hal ini kita sepakat memiliki kualitas yang murni tidak oplosan, dan memiliki merk dan pabrikan yang jelas. Artinya kredibilitasnya tidak diragukan.


Apabila ternyata bahan yang lebih mahal memproduksi lebih banyak, lebih lancar dan memiliki daya tahan kualitas yang baik, maka kita memiliki keuntungan yang lebih besar ketimbang bahan yang lebih murah. Terutama apabila bagi para printer yang sangat menjaga mutu produksi sablonan.
Setiap kita punya masing-masing cara perhitungan, ambil contoh, bahan tinta yang murah sekilo umpama harganya Rp. 45.000, apabila diaplikasikan untuk disablon bisa memproduksi hingga 70 kali aplikasi, dengan desain dan ukuran yang sama bahan tinta yang mahal bisa memproduksi 150 kali. Apakah bahan yang murah itu murah? Satu lagi contoh screen, yang satu harganya Rp. 70.000, dan yg satunya seharga Rp. 45.000, yang harga lebih mahal bisa dipakai berkali-kali sebelum akhirnya rusak dan diganti, sementara yg lebih murah lebih cepat rusak, manakah yang lebih murah? Selamat melakukan riset kecil.

» Terimakasih telah membaca: «

Semoga artikel bisa menambah wawasan kita

jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)